by:Oma.zX(rhoma ghaffaari)

Jumat, 11 Juni 2010

Bola Batik, Perajin Batik Solo Manfaatkan Momen Piala Dunia

Hingar-bingar Piala Dunia 2010 yang akan dimulai 11 Juni 2010 mulai terasa. Berbagai aktivitas dilakukan untuk menyambut ajang pesta empat tahunan ini. Tak hanya negara peserta dan negara penyelenggara yang sibuk menyiapkan pesta bola sejagat itu, negara yang tidak masuk kualifikasi pun ikut semarak menyambut Piala Dunia.
Di Indonesia, perajin batik Solo memanfaatkan momen Piala Dunia ini untuk meningkatkan pendapatannya. Mereka tidak menjual pernak-pernik resmi Piala Dunia, tapi memodifikasi bola dengan batik lokal.
Seperti yang dilakukan salah seorang perajin batik, Iza, di Kampoeng Batik Laweyan, Solo. Pemilik butik Batik Tjahaja Baru ini membuat bola dengan bahan baku dari kain batik. Kain batik yang digunakan pun merupakan limbah sisa dari perusahaan konveksinya.
Dengan sentuhan kreativitas yang dimiliki Iza, limbah batik itu kini menjadi aksesori menarik dalam menyambut Piala Dunia di Afrika Selatan.
Menurut Iza, sebelum membuat bola batik, dirinya telah lama berkecimpung dalam berbagai macam kerajinan aksesori yang terbuat dari kain batik. Seperti miniatur hewan dari kain perca batik, softcase batik, dan kerajinan batik lainnya.
“Ide bola batik ini muncul karena ingin menghasilkan sesuatu kerajinan yang berbeda dalam menyambut ajang Piala Dunia ini. Maka, muncullah ide membuat bola batik yang  lain dari biasanya,” kata dia kepada VIVAnews di Solo, Kamis, 10 Juni 2010.
Mengetahui hasil karya bola batiknya cukup nyentrik. Lantas, Iza pun memajang hasil inovasi kerajinan itu di butiknya. Tak ayal, banyak sekali pengunjung butik yang merespon si ‘batik bundar’. Banyak pelanggan yang langsung membeli dan memesannya. “Biasanya sekali pesan jumlahnya sekitar 20 buah bola batik,” sebut Iza.
Ternyata bola batik hasil kreasinya itu tak hanya berhasil menarik hati pembeli dari Solo,  beberapa pembeli dan pemesan juga datang dari luar kota Solo. Di antaranya Jakarta, Yogyakarta dan kota lainnya. “Saya tahunya mereka itu cuma membeli, setelah itu tidak tahu apakah mau dijual lagi atau enggak. Seperti halnya miniatur hewan batik itu, tahu-tahu sudah sampai Jerman,” ujarnya.
Selanjutnya, Iza menyebutkan bahwa harga bola batiknya itu disesuaikan dengan  ukuran diameter bola. Dia membaginya ke dalam tiga jenis ukuran, yakni diameter 10 cm yang dihargai Rp 10.000 per buah, diameter 20 cm dengan harga Rp 15.000 per buah dan bola batik dengan ukuran diameter 30 cm harganya Rp 20.000 per buah.
Bola batik yang isinya terbuat dari materi dakron itu terbilang murah. Pasalnya, semua tahapan pembuatan dilakukan dengan handmade. “Kerajinan bola batik ini merupakan yang pertama kali di Solo,” ungkapnya.
• VIVAnew

Tidak ada komentar:

Posting Komentar