by:Oma.zX(rhoma ghaffaari)

Senin, 23 Agustus 2010

Kamen Rider ditilang Polisi saat di Indonesia

Kamen Rider pasti sudah tidak asing lagi ditelinga kita terutama anak kecil dan remaja banyak yang menjadi fans nya. Akan tetapi percayakah anda kalau kamen rider ternyata pernah ditilang polisi pada saat ke Indonesia?

Mari lihat foto-foto nya yuk

kamen rider

Masih sempat-sempatnya berpose sama tuch polisi ya
kamen rider

Pada saat pengurusan penyelesaian tilang nech kelihatan nya

Apa ga ngerti bahasa Indonesia ya si Kamen rider, sehingga harus pakai translator???

Sempat-sempatnya berfoto ria di samsat keliling nech
kamenrider ditilang

Tidak lupa juga berfoto ria dengan para fans di Indonesia
kamern rider ditangkap polisi

Akhirnya, setelah ditilang, terpaksa dech pulang pakai....(astaga) sepeda!

kamen rider ditilang polisi

Sekali lagi, sebelum pulang sang kamen rider masih sempat-sempatnya berpose sama tuch polisi ya
kamen rider

sumber :http://www.melonproperty.com/blog/in/kamen-rider-ditangkap-ditilang-polisi-saat-berkunjung-ke-indonesia

Rabu, 18 Agustus 2010

kiper Indonesia pernah menahan tembakan penalti Pele



Ronny Pasla kiper Indonesia (PSSI) legendaris kelahiran Medan, 15 April 1947. Dia berkiprah sebagai kiper tim nasional Indonesia tahun 1966 sampai 1985. Peraih Piagam dan Medali Emas dari PSSI (1968), Atlet Terbaik Nasional (1972) dan Penjaga Gawang Terbaik Nasional (1974), itu memulai karir sepak bolanya dari Medan.
Kiper

Sebenarnya, Ronny lebih awal meminati olahraga tennis sampai sempat meraih juara pada Kejuaraan Tenis Nasional Tingkat Junior di Malang, 1967. Namun ayahnya, Felix Pasla menyarankannya ke sepakbola. Jadilah dia andalan di klub Dinamo, Medan, Bintang Utara, Medan dan PSMS Medan. Kemudian hijrah ke Persija Jakarta dan Indonesia Muda, Jakarta. Selama berkiprah di PSMS, Ronny dan rakan-rekannya meraih prestasi sebagai Juara Piala Suratin (1967) dan Juara Nasional (1967).

Kiprahnya sebagai penjaga gawang andalan Tim Nasional Indonesia (PSSI) juga meraih prestasi sebagai Juara Piala Agakhan di Bangladesh (1967), Juara Merdeka Games (1967), Peringkat III Saigon Cup (1970) dan Juara Pesta Sukan Singapura (1972).

Atas prestasinya yang gemilang sebagai kipper PSMS, Ronny berdarah Manado yang dijuluki Macan Tutul bertinggi badan 183 cm itu mendapat penghargaan sebagai Warga Utama Kota Medan (1967). Kiprahnya di sepakbola dan Timnas PSSI sebagai kiper andalan sejak 1966 hingga pensiun 1985 dalam usia 38 tahun dianugerahi Piagam dan Medali Emas dari PSSI (1968), Atlet Terbaik Nasional (1972), Penjaga Gawang Terbaik Nasional (1974).

Selama karir sebagai kiper tentu banyak pengalaman Ronny yang amat berkesan. Salah satu di antaranya, tatkala Timnas Brazil yang diperkuat pesepak bola legendaris Pele, tur ke Asia termasuk Indonesia pada 1972. Dalam laga Timnas Indonesia dan Brazil itu Ronny berhasil menahan eksekusi penalti Pele, kendati Indonesia akhirnya kalah 1-2.

Setelah pensiun dari dunia sepak bola pada usia 40 tahun di Indonesia Muda (IM), Jakarta, Ronny lebih banyak menggumuli olahraga tennis lapangan sebagai pelatih. Bahkan dia memiliki sekolah tenis lapangan bernama Velodrom Tennis School di Jakarta.

sumber: http://masih-berharap.blogspot.com/2010/08/kiper-indonesia-yang-pernah-menahan.html